Rabu, 03 Oktober 2018

#poemdm
















22:17pm
Read More..

Selasa, 02 Oktober 2018

#poem





02.24am









#2 poem






Read More..

Selasa, 25 September 2018

“Mesh” wrote this for me !

Awal itu, awal yang indah
dimana awal itu tak ingin aku memulainya, kepada siapa saat itu tiba tiba saja aku ingin menolehnya. Memang tidak ada yang menarik dari itu, hanya rasa penasaran saja, sering kali ingatan konyol itu tersimpan seolah olah akan di ceritakan suatu saat nanti.

Singkat cerita, sampai sampai aku mulai mengaguminya. Ntah perasaan apa saat itu, seperti urat malu pun tak punya, disitulah percakapan by whatsapp konyol pun di mulai.
Tau dong, sehabis percakapan apa yang terjadi?
bahasan tentang pertemuan
berbagai topik mengarah untuk bertemu, karna dia susah sekali mengatur jadwalnya, padahal hanya di kamar tidur, dia menghabiskan waktunya

Sampai akhirnya aku tuh berhasil membuatnya MAU! MISSION SUCCESS!!!
setibanya dengan perasaan grogi, bingung apa yang harus dilakuin biar suasana itu gak canggung, untungnya rasa grogi itu mulai menghilang setiap kali aku melihat mukanya. Dia lucu, dia manis, dia cadel, dia jenong dan dia kelingking 😄  tak sedikit, tapi banyak yang aku curi pandanganku, suka. Suka aja gak mau nyia-nyiain waktu itu, waktu dimana dia gak tau bahwa aku pun sudah jatuh hati padanya.

Memang tidak mudah mengungkapkan semuanya, karna keadaan gak semudah itu. Banyak beban yg saat itu dia pikirkan, hanya seorang diri, jauh dari kata bahagia, tertawa tapi gak untuk hatinya. Disitu aku mulai jadi teman pendengarnya, agar dia tak menyimpan bebannya sendirian.

Hari ke hari, bertatap - tatapan dengannya.
apa itu mudah? mudah untuk menyembunyikan rasa ingin memilikinya? rasa yang tidak butuh kata - kata hanya peluk erat tanda bahwa aku menginginkannya.

Sampai tiba waktunya, aku meminta kembali untuk pengakuan yang tertunda, kamu ingat?
kata kata aku pun terbatah - batah, gak mampu mengungkapkannya, gak mudah, sampai akhirnya pun kamu mengerti.

Kamu mengangguk yang berarti iya!
dan aku disitu dengan perasaan yang udah di ujung rasa bahagia. Dan aku ingin memulainya dari kamu, untuk kamu dan hanya kamu.


Tepat di tanggal 17 bulan ini, aku berhasil membuatnya lebih pasti. Bahwa kamu orang yang saat itu, nanti dan sampai akhirnya orang yang paling aku sayang !

Read More..

Minggu, 16 September 2018

Kok bisa ya

Kita sama sama saling memperhatikan,
tapi kita sama sama tidak tau dan tidak peduli. 

Sampai akhirnya merasa ada yg hilang ketika salah satu tak terlihat lagi batang hidungnya
mulai mencari kemana ia pergi.

Kita sama sama tidak pernah berjumpa
Dan kita berharap saling bertemu lagi

Semua berawal dari saling tertarik satu sama lain tapi kita tidak menyadari itu
haha ini lucu.

Entah, bagaimana bisa kita sampai di titik ini
Padahal kita tidak pernah saling bertegur sapa
Hanya bertatap muka, lalu pergi
Kita tidak sedekat itu

Namun sekarang?
Kamu orang yang siap di samping aku, orang yang memaklumi keadaanku
Orang yang terus mencoba menghiburku
Sosok yang terus menyemangatiku
Dan tidak ingin semua beban aku tanggung sendiri

Mungkinkah keadaan ini akan terus berlanjut?
Mungkinkah rasa bosan tidak datang menghampiri mu?
Mungkinkah akan terus seperti ini, atau akan berubah menjauh?


Ntah bagaimana selanjutnya,
Aku hanya menikmati semua
Hari hariku yang penuh denganmu
Dengan senyummu
Mungkin ini terlalu cepat
Atau mungkin kamu datang di waktu yang tepat

Yang jelas, duniaku penuh denganmu
Yang jelas, aku senang bisa mengenalmu

Jangan pernah pergi
Walau kita benar benar tak bisa bersama
Jangan pernah pergi
Walau kita tau bagaimana akhirnya
Jangan pernah pergi
Walau pun suatu saat takdir memisahkan kita


Tetap disini
Meski pun hubungan ini tak sama lagi

Untuk mengenalmu
Aku tak menyesal sama sekali
Untuk bersamamu
Sang mentari



“Jika suatu saat takdir berkata lain, percayalah, aku ingin kamu tetap menjadi salah satu bagian hidupku dan tidak menginginkan kamu pergi menjauh. Meskipun takdir tidak mengizinkan kita bersama kembali, tapi aku tetap ingin jadi orang yang kamu cari disaat senang dan sedihmu, semoga.”
Read More..

Kamis, 06 September 2018

Sampai nanti



     Dari segala rasa yang pernah ada, aku bersamamu. Dengan segenap rasa yang tulus hanya berharap kamu memberi rasa yang sama, tanpa mengurangi atau pun membaginya. Katamu, cinta tak akan bisa di bagi dengan 2 orang sekaligus. Mungkin benar.
Makanya ketika hari itu datang, aku tau sesuatu, aku mempersiapkan diriku untuk bertahan. Iya aku bertahan menjadi yang kedua untukmu, bodohnya aku.
Disaat kamu harus membagi perhatian dan cintamu kepadaku dan kepada kekasihmu yang lain, entah kenapa harus bertahan, mungkin karna aku terlalu sayang dan terlalu takut kehilangan.
Aku bertahan di atas rasa sakit, dan rasa iri ku. Tapi kamu gak pernah bertanya, kamu gak pernah menenangkan hatiku. Bukan gak pernah bahagia aku denganmu, tapi rasa sakitku menutupi semua kebahagiaanku denganmu.

     Aku iri, aku cemburu dan aku membencinya, kenapa dia gak pergi aja dari hidupmu dan memilih bertahan seperti aku? Aku cemburu karna kamu lebih mementingkan dia, mementingkan perasaannya di banding aku. Hingga tiada hari tanpa jatuhnya air mata ini merasakan sakit. Aku memang gak punya apa apa, gak bisa apa apa, bahkan untuk mensupportmu aku cuma bisa mengeluarkan kata kata tanpa tau harus bertindak seperti apa. Katamu aku ini mentah tak seperti dia yang udah dewasa, udah matang. Lalu kenapa masih mempertahankanku? Katamu, kamu sayang tapi kenapa masih aja menaruh luka, belum kering luka yang sebelumnya kamu tambah lagi luka yang baru dan terus begitu. Kataku “cintaku selalu memaafkan” tapi bukan berarti kamu terus mempermainkan, harusnya kamu berfikir atas apa yang kamu lakukan sama aku akan berakibat perginya diriku. Tapi kamu bilang, kamu gak pernah kefikiran kalau akan kehilangan aku, dan nyatanya sekarang kamu kehilangan aku atas apa yang kamu perbuat selama ini. Aku bertindak di luar pemikiranmu


   Sudah cukup atas apa yang aku rasakan, sakit hati berujung membenci dan mendendam. Kamu tau kan, kalau aku gak bisa membenci orang, melelahkan. Kini aku memutuskan untuk pergi, bukan karna aku membencimu, bukan. Karna aku terlalu sayang sama diri aku sendiri gak mau tersakiti lagi. Sudah cukup atas apa yang aku terima, aku tau kamu sayang, dan aku pun tau apa alasanmu. Tapi cukup buat aku bertahan, gak ada yang perlu di pertahankan lagi. Kalau pun kamu memaksaku untuk kembali, maaf tapi hatiku sudah berjalan terlalu jauh untuk kembali. Aku hanya bisa berterima kasih, atas semua yang telah kamu beri, perhatianmu, kebaikanmu gak akan aku lupa, kejutan kecilmu yang selalu membuatku tersenyum senang. Terima kasih atas sayang dan cinta yang sudah kamu beri, maaf aku gak bisa memberikan mu lebih dari ini, aku gak bisa bertahan lebih dari ini. Jangan pernah salahkan aku dengan sikapku padamu, tapi salahkan dirimu dan keadaan yang membuatku terbiasa tanpa perhatianmu dan tanpa dirimu. Bukan diriku yang egois melepaskanmu, tapi dirimu yang terlalu egois memikirikan dirimu dan dirinya dahulu.

    Sekarang, tinggallah aku disini sendiri bersama duniaku yang baru tanpamu, dengan kenyamananku yang baru. Inilah aku yang baru. Jangan pernah kamu ganggu dan mencoba masuk kembali di duniaku, aku sudah terlalu nyaman seperti ini. Cukup kamu pandang saja dari jauh bagaimana aku, gak perlu kamu sesali apa yang telah terjadi dan jangan kamu mencoba berandai memutar ulang waktu kembali, karna hasilnya sama. Walaupun segenap hati kamu mencintaiku, kamu tetap akan memilihnya walaupun kamu juga ingin memilihku, mungkin disini kamu bisa berfikir, siapa yang egois sesungguhnya, aku atau kamu?


    Sudah cukup memikirkan yang sudah berlalu, mengungkitnya berharap kembali. Semua itu hanya mengorek luka lama yang sudah aku tutupi, jangan coba untuk membukanya lagi karna kamu akan mengetahui sampai yang gak kamu sadari telah menyakiti, dan kamu tidak akan terima atas semua perkataanku, sungguh itu apa yang aku rasa, tolong kamu terima.
Kini, hidupku dan hidupmu telah berbeda. Kamu bukan lagi orang yang aku cari, orang yang aku nanti. Kini yang aku nantikan adalah hari bahagiaku, memulai duniaku yang baru setiap harinya dan berharap hari hariku selalu indah. Ini hidupku, bagaimana hidupmu itu terserah kamu.


   Sampai jumpa di kemudian hari, dimana kita saling tegur sapa dan bertemu layaknya seorang teman biasa tanpa ada rasa di hati, sampai nanti, sampai berjumpa lagi :)

















Untukmu, orang pernah paling aku cinta.

See you.
Read More..

Minggu, 29 Juli 2018

Untukmu yang sedang berhijrah

            Senang rasanya ketika tau teman ada yang sudah pada berhijrah..
Tapi, terkadang, mereka yang “baru belajar” hijrah, menjadikan mereka sosok yang sok pintar dalam agama atau pun dalam berpakaian. Menjadikan orang lain seperti gak pernah belajar agama
Bukannya gak mendukung mereka untuk berhijrah, bukan, gua dukung banget malah, apa yang mereka lakukan selama itu positif pasti di dukung. Tapi menurut gua, alangkah lebih baiknya buat kalian yang “baru belajar” berhijrah untuk memposisikan diri kalian nyaman di lingkungan dan membuat lingkungan anda nyaman dengan hijrahnya kalian. Dengan contoh, stop bilang “lu kapan hijrahnya” disini baik maksudnya, tapi terkadang banyak orang yang gak suka di bilang begini, apalagi yang ngomong orang yang baru banget mulai berhijrah, atau pun orang yang baru mulai berkerudung, yang kemana mana pun masih pakai jeans, kerudung di untel untel gak nutupin dada. 


  •     Serius deh, mungkin bukan gua doang yang sebel di bilang begini, menurut gua hijrah itu bukan sekedar pakai pakaian yang besar, kerudung besar, tapi masalah mental dan istiqomah. Alangkah lebih baiknya buat kalian yang “baru memulai” untuk lebih fokus aja ke diri kalian sendiri dulu, untuk masalah teman kalian yang lain biarlah itu jadi urusan pribadinya sendiri. Kalau pun ingin mengajak, coba deh pakai kata kata yang lebih enak di hati dan di dengar, misalnya “kamu kayaknya lebih cantik/lebih bagus kalau pakai jilbab deh” “kamu coba pakai jilbab deh kayaknya lebih cocok, nanti lama lama terbiasa kayak aku” jangan pernah membandingkan dengan orang lain dengan bilang “si A aja udah pakai jilbab, lu kapan” atau “kok lu gak pakai jilbab sih, emang gak takut, neraka kan panas” sekali lagi, please banget, kalau mau ngasih tau sesuatu yang baik pakai kata kata yang baik pula. Jangan memancing perasaan gak nyaman mereka terhadap kalian yang berhijrah, bicarakan dengan kata kata yang baik, dengan perasaan yang sedang baik. Tapi jangan pernah memaksa mereka, hidupnya bukan hidupmu, yang menjalankan  hidup adalah mereka bukan kamu. Dan yang gua tau pun (ini pendapat gua aja) yang namanya hijrah mungkin yang pakai gamis gitu yaa sama pakai kerudung panjang, bukan yang masih pakai jeans atau celana yang agak ngetat walau pun bahan.

               Disini gua mau minta maaf buat semua orang yang baca ini, kalau kalian gak suka sama kata kata gua, atau gak paham sama kata kata gua, gua cuma menyampaikan saja gimana baiknya kalian. Janganlah hijrah kalian yang baru di mulai menjauhkan kalian dari teman teman, di mulai dari hal paling kecil aja contohnya yang gua alami, ketika gua posting abis drive thru burger kesukaan gua, ada salah seorang teman gua ngechat gua dengan bilang “boikot produk israel 💪🏼“ dari sini gua mikir “hah apaan sih ini orang, kayaknya teman gua yang lain aja gak sebegininya” dan ada lagi bukan cuma satu atau dua orang tapi gua cerita yang singkatnya aja, doi baru “mulai” berhijrah dan dia bilang ke gua “iyaa gua mau berhijrah nih hehe, lu kapan?” Dan disini gua gak nyaman, pikiran gua dia berhijrah sebagaimana dia pakai gamis dan kerudung panjang tapi ternyata, dia pakai kerudung tapi terkadang celana masih agak kecil untuk ukuran dia bilang berhijrah. Jujur gua pun agak gimana gitu, mungkin buat kalian sepele tapi buat gua ini juga salah satu yang bikin gua gak nyaman. Sumpah deh, gua tuh ngedukung kalau teman teman gua berhijrah, tapi alangkah lebih baiknya lingkungan sekitarmu di buat nyaman sama seperti sebelum kamu berhijrah dengan “tidak” mengeluarkan kata kata yang menggurui orang lain, terlebih lagi kamu adalah baru dalam hal tersebut. Biarlah kita hidup dengan jalan hidup masing masing tanpa harus membebani pikiran sendiri atau orang lain


Sekali lagi saya minta maaf sebesar besarnya jika menyinggung atau kata katanya tidak benar. Terima kasih sudah membaca.
Read More..