Mari kita bercerita kembali Peri kecil
Dahulu, kau adalah sosok yang kesepian, hanya duduk di tepi tangga melihat langit memandang kejauhan. Kau punya sayap, tapi buruk sekali, sayapmu bahkan tak dapat menopang dirimu untuk terbang, sangat berbeda dengan teman temanmu, mereka bisa terbang kesana kemari melihat dunia dari atas sana, tapi kau hanya bisa berjalan menelusuri padang bunga yang menjulang tinggi, yaa karna tubuhmu yang kecil semua terlihat jauh lebih besar.
Namun, seiring berjalannya waktu kau menemukan seseorang yang menyayangi kekuranganmu, membantumu untuk bangkit. Memperbaiki sayapmu perlahan, walau belum sempurna setidaknya tak terlalu sakit jika terkena angin. Dari situ kau sadar, bahwa masih ada yang menyayangimu dengan tulus meski itu hanya seorang saja, sedikit menarikmu dalam kesepian dan kesendirian, meski masih suka berteman pada sunyi..
Kau kira duniamu akan berkembang menemukan yang lain, yang sama sama menyayangimu sepenuh hatinya, namun gerakmu terbatas karna seseorang, tak ingin mengecewakannya kau akhirnya selalu dengannya..
Bukan tak senang, namun melihat yang lain bisa merasakan hal bahagia lainnya, hatimu sakit, ruang sepimu terasa lagi
Ketika kau pergi menjelajah waktu, kau menemukan seseorang yang baru, yang juga menyayangimu, kau menemukan dunia baru. Namun dunia lamamu bersama yang lalu membuatmu punya masalah, kau terlihat kurang sehat hatinya, jiwanya. Kau memilih dengan dunia barumu. Perlahan sayapmu pun membaik, di rawatnya dengan baik, namun orang baru ini sering kali melukaimu, menyayangimu namun menyakitimu. Dunia yang tadinya indah berubah, tiap hari dirimu hanya menangis, membelas kasih, menyakiti diri sendiri, rapuh kembali sayapmu, terluka kembali. Sampai akhirnya, dirimu kuat, dan siap pergi meninggalkan duniamu untuk menuju dunia yang baru lagi, meski bekas goresan lukanya masih terasa, namun karna pernah tulus menyayangi semua terasa berat melangkah.
Lagi lagi kau duduk menyendiri, pandanganmu jauh menembus awan, tapi pikiranmu tak tahu ada dimana. Ketika semua harapan yang kau buat mulai runtuh satu persatu, datanglah seseorang yang memberikan tangannya untuk membantumu berdiri. Inikah duniamu yang baru?
Sedikit demi sedikit sayap rapuhmu sembuh, dapat menopang dirimu kembali untuk terbang, harimu kini lebih bahagia, lebih bersemangat, matahari lebih terasa hangat sekarang, meski semua tak sempurna tapi kau merasa bahagia.
Namun lagi, apa ini??
Hatimu masih terasa hampa?
Atau apa?
Bahkan dirimu sendiri tak tau apa peri kecil
Rapuh kembali kah sayapmu?
Atau hatimu?
Ketika semua yang kau harapkan perlahan gugur satu persatu, apa yang harus kau perbuat?
Duduk kembali menyendirikah?
Berteman dengan sunyi..
“Oh ya, aku suka sunyi, mereka membuatku tenang disaat hatiku sedang gundah gulana. Disaat diriku panik, cemas, sunyi memang paling membuatku nyaman”
Apakah aku hidup harus selalu dibawah tekanan?
Apakah aku hidup harus selalu mengikuti aturan?
Apakah aku hidup harus selalu menunggu seseorang membahagiakan ku?
Bagaimana caranya, agar aku bisa bahagia, hidup tenang, sesuai keinginanku, apa aku akan tetap jadi peri kecil yang lemah?